Minggu, 01 Februari 2015
"Belasan Tahun Saya Benci Prabowo"
Minggu, 01 Februari 2015 by Madhon News Online
Minggu, 01 Februari 2015
MADHON NEWS, JAKARTA - MEI 1998, waktu itu saya masih SMU kelas 3. Kebetulan di bulan itu, kami diminta mengikuti Diklat Jurnalistik yang diadakan Majalah DIANNS Univ Brawijaya kerjasama dengan Kompas.
Saat itu pula kerusuhan Trisakti terjadi. Sebagai siswa SMU, saya tidak tahu banyak. Yang jelas, nama Prabowo disebut-sebut. Bahkan orasi dan mengheningkan cipta di depan rektorat pun, nama itulah yang dipersalahkan.
Fitnah pun berhasil mencapai sasaran.. Prabowo menjadi bulan-bulanan opini publik. Saya yang masih SMA tentu ikut arus. Belasan tahun, nama itu terpatri sebagai sosok sadis.
STOP sampai disitu pemikiran saya.
Ternyata dibalik itu
5 hari setelah tragedi Trisakti, Prabowo datang ke rumah Herry Hartanto. Di bawah Al-quran dia bersumpah. Di hadapan Syaharir Mulyo Utomo orang tua korban “Demi Allah saya tidak pernah memerintahkan pembantaian mahasiswa”.
Dalam pertemuan Prabowo di Makostrad dengan tokoh masyarakat, Prabowo saat ditanya tentang keterlibatannya , dia menjawab “Demi Allah saya tidak terlibat, saya di set-up”. Menurut Adnan Buyung, dia terlihat jujur.
Setahun setelah itu baru diketahui, peluru snipper 7mm sementara di korban 5,56mm.
Dan yang lebih membuat saya tertegun, saat beliau mengambil alih tanggung jawab anak buahnya. “Saya ambil alih tanggung jawabnya,” begitu kata beliau.
Jika benar beliau terlibat, bagaimana mungkin korban penculikan Pius L Lanang dan Desmond J Mahesa menjadi pengurus Gerindra?
Manusia
Kebenaran pasti menang, bukankah Tuhan itu Maha Benar? Tapi tidak semua kebenaran serta merta ditunjukkan. Bahkan ada kebenaran yang terungkap setelah begitu lama, bahkan ada yang tidak terungkap, hingga tiba Hari Pengungkapan. Terkadang manusia lupa, bahwa dunia itu berbatas waktu (fana/akan musnah) sedangkan manusia diciptakan bersifat kekal (baqa), dengan 2 pilihan: kekal di jahannam atau kekal di jannah.
Dan untukmu Sang 08 “Tiap-tiap amal telah ditentukan pahalanya, kecuali satu. SABAR. Pahala kesabaran tidak pernah habis dihitung". Tags: INDONESIA NEWS
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 Responses to “"Belasan Tahun Saya Benci Prabowo"”
Posting Komentar