Recent Articles
Tampilkan postingan dengan label POLITICS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLITICS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Maret 2015

Jokowi Terguling, Ini Lho Yang Diuntungkan...

Jumat, 20 Maret 2015 - 0 Comments




MADHON NEWS - Berbagai gerakan untuk memaksa Jokowi mundur dari kursi kepresidenan kian marak, baik dari unsur mahasiswa maupun masyarakat. Yang pertama jelas siapa mereka, tapi yang kedua masih samar-samar siapa yang menggerakkan.
Mereka sepakat kecewa dengan kinerja Jokowi dan kabinetnya yang dianggap tak dapat memenuhi ekspektasi publik dan mencampakkan aneka janji saat kampanye.
Di tengah memanasnya suhu politik seperti ini tentu bakal ada yang siap mengais untung. Bukannya tujuan berpolitik adalah mendapatkan kekuasaan?

Yang pertama kali untung adalah kelompok yang paling dekat dengan Jokowi. Meskipun kena dampak, itu hanya percikan belaka. Hal ini karena semuanya fokus pada penggulingan Jokowi.
Jika skenario penggulingan Jokowi berhasil, limpahan kekuasaan otomatis jatuh ke tangan wakilnya, Jusuf Kalla. Tentu JK akan ketiban pulung.
Semua tahu JK sendiri sangat ambisius mendapatkan jabatan ini. Hal ini tampak dari pencalonannya sebagai Capres pada Pemilu 2009. Dalam debat Capres kala itu, JK janji jika kalah akan mundur dari dunia politik dan aktif urus dunia sosial, agama dan pendidikan. Faktanya, dia kesengsem untuk kembali berkuasa dengan membonceng Jokowi.
Terlepas dari kecurigaan sebagaimana pernah dilontarkan Ketua DPP Partai Gerindra Arif Poyuono, bahwa JK tepuk tangan dalam rencana pelengseran Jokowi, bekas wakil SBY ini tentu bakal senang bukan kepalang.

Kedua, lingkaran partai pendukung juga bakal dapat untung, termasuk orang-orang yang turut menyokong secara pendanaan. Akhir-akhir ini, Jokowi mulai berani menjauh. Sinyal itu sangat kuat ketika dia pindah ke istana Bogor, yang kemudian diikuti oleh pemberian “kekuasaan berlebih” kepada Luhut Panjaitan sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Luhut dinilai banyak pihak dijadikan Jokowi sebagai benteng untuk orang-orang dekatnya.

Ketiga, yang akan diuntungkan adalah para mafia, terutama mafia migas dan sumber daya alam. Jokowi adalah satu-satunya presiden yang berani mengatakan bahwa pengelolaan sumberdaya alam kita kacau.
Sebagai presiden, berani ngomong saja itu sudah prestasi. Pasalnya, isu ini sangat sensitif karena melibatkan para pemain raksasa yang kuat dalam segala lini. Bandingkan dengan presiden sebelumnya?
Padahal, kalau mau Jokowi bisa main aman. Atau, kalau perlu Jokowi bisa iku terlibat dalam permainan. Semua tahu, uang yang mengalir di sektor ini mencapai ribuan triliun, sangat mengiurkan. Sepertinya di sini kita patut memberikan apresiasi.
Kalau mau jujur, niat Jokowi harus diakui lebih murni. Meskipun sejumlah pernyataannya sering tak ada yang menggubris, misalnya soal stop kriminalisasi KPK dan Polri, dan tak berdayanya dirinya dalam menentukan sejumlah pos di kabinetnya sendiri.

Terakhir, yang untung adalah semua politisi dan pejabat. Bagi-bagi kekuasaan di belakang layar bakal bisa tetap jalan. Bagi para pejabat, ritme kerja Jokowi yang ingin serba cepat, tangkas dan tanpa komisi kanan-kiri rupanya sulit mereka eksekusi. Maklum mereka belum bisa beranjak dari cara lama, yakni kerja lambat dan bisa embat sana sini.

sumber berita dari rima news :)

Inilah Sikap HAMAS terhadap Hasil Pemilu Israel: Kami Tak Membeda-Bedakan Di Antara Kalian!

Kamis, 19 Maret 2015 - 06:43 WIB

Tak ada bedanya antara pimpinan zionis, karena mereka menjajah Palestina
Inilah Sikap HAMAS terhadap Hasil Pemilu Israel: Kami Tak Membeda-Bedakan Di Antara Kalian!
“Dan kepada pemimpin penjajah zionis –israel siapa pun mereka, untuk mengevaluasi kembali akan posisi mereka setelah kekalahannya di Gaza,” ujar Hamas

Hidayatullah.com—Gerakan Perlawanan Islam/ Harakah Muqawamah Al-Islamiyyah (HAMAS) menegaskan pada hari Rabu malam (18/3/2015) bahwasanya ia tidak membeda-bedakan antara pihak-pihak zionis israel, karena mereka setuju pada penolakan terhadap hak-hak orang-orang Palestina dan terus melakukan agresi terhadapnya.

Dalam sebuah pernyataannya terbaru,  dilansir oleh safa.ps, perlawanan Palestina itu kuat dan mampu untuk memaksakan persamaan.
“Dan kepada pemimpin penjajah zionis –israel siapa pun mereka, untuk mengevaluasi kembali akan posisi mereka setelah kekalahannya di Gaza.”

Seperti diketahui, hasil penghitungan cepat pada Pemilu Israel di berbagai stasiun televisi menunjukkan persaingan ketat antara Partai Likud yang mengusung Benjamin Netanyahu dan Serikat Zionis dengan Isaac Herzog sebagai pemimpinnya.

Hasil awal dan tidak resmi untuk Pemilu kali ini menunjukkan persaingan Partai Likud dan Partai Buruh.
Sementara itu bagi Hamas, kemenangan siapapun tak akan membuat perubahan apapun bagi warga Palestina karena watak semuanya adalah penjajah. Karena itu organisasi ini mengajak warga Palestina tak berharap apapun pada penjajah.

Anggota biro politik Hamas, Izzat Rashiq bahkan meminta segenap elemen Palestina untuk memperkokoh rekonsiliasi Palestina dan mendukung perlawanan, sebagai respon alami untuk menghadapi hasil Pemilu parlemen zionis.

“Bagi yang menunggu hasil Pemilu Knesset zionis, teroris Netanyahu telah meraih kemenangan, dan mereka yang menunggu kemerdekaan Palestina, hendaklah mengokohkan rekonsiliasi dan mendukung perlawanan,” ujarnya dikutip PIC.

Rashiq justru menyayangkan ada pihak Palestina yang menanti hasil Pemilu zionis. Padahal tak ada dampak berarti selain menambak aksi terorisme mereka terhadap bangsa Palestina.
“Tak ada bedanya antara pimpinan zionis, karena mereka menjajah Palestina dan terus berupaya membasmi kita,” ujarnya.

Menurut Hamas, Pemilu zionis hanya menambah permusuhan dan kriminal terhadap bangsa Palestina, sebab, para pemimpin mereka sudah menetapkan visi politiknya untuk menjajah dan merampas hak-hak Palestina.

Kamis, 19 Maret 2015

Tahukah Anda, Berapa Kali Ahok Katakan "Taik" Dalam Video Ini?, Di Mana Tai Adalah Kotoran Busuk, Najis, Dan Menghinakan ?

Kamis, 19 Maret 2015 - 0 Comments



Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnana alias Ahok hadir dalam acara talkshow live di KompasTV (17/3). Pria bernama Aiman Witjaksono menjadi moderatornya.

Karena acara tersebut bersifat live, maka tidak ada proses "editing video". Lalu, rekaman live tersebut tersebar dengan cepat di internet. Media sosial pun terkejut ketika melihat video ada kata - kata yang tidak pantas keluar dari mulut Ahok.

Dengan wajah merah dan emosi, Ahok marah dan beberapa kali ucapkan kata "Taik". Moderator pun memberi peringatan, tapi Ahok tidak mempedulikannya.

***

Ahok : itu TAIK TAIK semua...
Moderator : pak kita sedang live, dengan segala hormat...
Ahok : emang TAIK trus kudu bilang apa???

***

Begitulah penggalan dari dialog moderator kepada Ahok (Lebih jelas lihat video dibawah).

Respon kesal pun disampaikan para netizen kepada Ahok.

akun
@Forsa_Italia menulis, "Ahok satu2nya pejabat yg berani omong 'taik' 'bangsat' 'tdk punya kemaluan' di acara live TV Nasional. Penyambung lidah rakyat yg geram," kicaunya dengan kesal.

Lalu akun @anwar999sadat juga berkicau: "setelah nnton wawancara Kompas TV dng @basuki_btp , smakin terang bhwa gubernur Ahok "taik" ini memang hrs turun dri jabtannya," tulisnya di Twitter.

Yang membuat aneh dari kejadian ini adalah, masih ada juga mereka yang membenarkan perbuatan Ahok tersebut. Moderator pun menjadi orang yang di salahkan atas sikap Ahok. Karena merasa tersudut dan di tuduh 'ngeyel', Aiman Witjaksono (moderator) melalui akun twitter @AimanWitjaksono menjawab berita dari laman detik, silahkan baca disini http://chirpstory.com/li/257010.

Memang selalu ada saja orang yang membela Ahok, walau perbuatannya jauh dari nilai etika. Inilah Indonesia. Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat video dibawah ini.



Usai melihat video diatas, dengan akal sehat, perbuatan Ahok sudah jauh melanggar etika, sehingga tidak perlu di perdebatkan lagi. Maka muncul pertanyaan sederhana namun "usil", ada berapa kali Ahok katakan "taik" dalam video tersebut? [sal]

sumber berita dari pekanews dan kompas :)

Rabu, 18 Maret 2015

Hasil Pertemuan Rahasia Jokowi-Ahok, Ngerii ?

Rabu, 18 Maret 2015 - 0 Comments



Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) APBD DKI Jakarta 2013 mengindikasikan Jokowi-Ahok terlibat korupsi.

“Hasil audit BPK atas APBD DKI Jakarta 2013 yang menemukan ada 86 proyek di ibukota yang ganjil sehingga berpotensi merugikan daerah dengan nilai total Rp 1,54 triliun. Ini bukti BPK lembaga resmi negara,” kata pengamat politik Muslim Arbi kepada intelijen, Sabtu (14/3).

Menurut Muslim, berdasarkan data BPK di Dinas Pendidikan meliputi penyaluran Kartu Jakarta Pintar (KJP) ganda kepada 9.006 penerima senilai Rp 13,34 miliar.

“Selain itu, hasil audit dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) di sampel sebelas sekolah negeri menunjukkan indikasi kerugian Rp 8,29 miliar. Padahal, total anggaran BOP untuk sekolah negeri mencapai Rp 1,57 triliun,” papar Muslim.

Kata Muslim, BOP untuk sekolah swasta juga terindikasi merugikan daerah Rp 2,19 miliar karena ada manipulasi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan ada sekolah yang mendapat BOP walaupun tidak meminta bantuan dana.

“Program pengadaan bus TransJakarta dan bus sedang di Dinas Perhubungan dinilai tidak sepenuhnya sesuai ketentuan dan diragukan kewajaran harganya senilai Rp 118,40 miliar dan Rp 43,87 miliar,” papar Muslim.

Muslim melanjutkan, ada pula keganjilan di Dinas Pekerjaan Umum karena adanya pencairan uang persediaan pada akhir 2013 sebesar Rp 110,04 miliar. “Dari jumlah itu, sebanyak Rp 104,62 miliar ditransfer ke rekening kepala seksi kecamatan, suku dinas, dan kepala bidang pemeliharaan jalan,” paparnya.

Lanjutnya Muslim, program Kampung Deret juga dinilai tak optimal karena tidak mencapai target. Dari anggaran Rp 214 miliar, hanya terealisasi Rp 199 miliar hingga 30 Mei 2014 atau 93,12 persen dari target. Selain itu, banyak juga rumah deret yang berdiri di atas tanah negara, di lokasi drainase, dan garis sepadan sungai.

Kata Muslim, dari data BPK itu menjadi sangat jelas Jokowi terseret dalam korupsi dan masuk penjara. “Makanya Jokowi ketemu Ahok untuk mengamankan kasus korupsinya itu. Jokowi di hadapan wartawan mengelak harus tahu semua proyek APBD DKI 2013, itu tidak bisa, kali ini Jokowi maupun Ahok tidak bisa menghindar dari data BPK itu,” papar Muslim.

Muslim mengingatkan, Ahok sengaja membuat ribut dengan DPRD DKI Jakarta agar masyarakat tidak fokus untuk menyeret Jokowi-Ahok dalam kasus korupsi. “Ahok itu ribut hanya menutupi kasus korupsi Jokowi maupun dirinya sendiri,” ungkapnya.

Menurut Muslim, pertemuan Jokowi-Ahok secara rahasia itu permintaan mantan Gubernur DKI Jakarta ke Ahok untuk mengamankan kasus korupsi.

“Ngapain seorang presiden bertemu Ahok, ini khan sangat dipertanyakan, ternyata Jokowi takut dan meminta Ahok untuk mengamankan kasusnya. Ahok akan berakting mengeluarkan jurus mabuk dan menggiring opini melalui wartawan dan lembaga survei,” pungkasnya.(intelijen)

Ormas Bentukan Hatta Rajasa Diduga Mengarah ke Parpol Baru


Mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa
Mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa
 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti politik dari Political Communication (Polcomm) Institute, Heri Budianto menilai, langkah mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa membikin ormas menyimpan ambisi politik. Dikatakan olehnya, kegagalan memimpin PAN kembali, menjadi satu-satunya motiviasi di balik berdirinya ormas Harapan Rakyat (HR) Indonesia.

"Saya melihat ini (pembentukan HR Indonesia) ada beberapa kecenderungan yang dilakukan Pak Hatta," kata Heri, saat dihubungi, Senin (16/3).

Pertama, menurut Heri, berdirinya HR Indonesia itu, sikap kecewa mantan menteri perekonomian tersebut terhadap partai bikinannya sendiri. Kedua, Hatta masih ingin memupuk diri dalam dinamika politik dan berorganisasi.

Adanya HR Indonesia, dikatakan Heri, tak lain adalah aktualisasi penanaman ide dan pikiran politik dari sang empunya ormas. Sebab, Hatta pascakegagalan menjadi wakil presiden dalam pemilihan presiden 2014, masih menghendaki untuk dicalonkan kembali.

Heri memprediksi, HR Indonesia ini tak ubahnya seperti ormas bikinan tokoh-tokoh partai politik (parpol) yang kalah dalam perebutan kursi pimpinan, namun masih punya modal sokongan politik dari kader-kader yang loyal dan banyak. Dengan modal tersebut, Heri memprediksi, HR Indonesia inipun bakal persis serupa dengan yang pernah dilakukan oleh pendiri Nasdem, Surya Paloh. "Ini (HR Indonesia) bisa saja menjadi parpol," ujar dia.

Zulkifli Bantah Tak Harmonis dengan Hatta Rajasa

 Zulkifli Bantah Tak Harmonis dengan Hatta Rajasa

JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan membantah adanya keretakan hubungan antara dirinya dengan mantan Ketua Umum PAN sebelumnya Hatta Rajasa.

Zulkifli menuturkan, hubungannya dengan Hatta masih terjalin hingga saat ini. Menurutnya, hubungannya dengan besan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tetap harmonis seperti pasangan adik dan kakak.

"Alhamdulillah kami baik-baik saja, sebagai saudara, kami sudah seperti kakak adik. Hubungan kekerabatan serta hubungan di partai masih harmonis dan baik. Alhamdulillah tidak berubah," ungkapnya saat berbincang dengan Okezone dan Radio Sindo Trijaya di MNC Tower, Jakarta, Senin (17/3/2015) malam.

Zulkifli juga membantah bila Hatta dan para pendukungnya telah membentuk organisasi masyarakat (ormas) baru yang menjadi embrio bagi pembentukan partai baru setelah mengalami kekalahan dalam Kongres PAN di Bali.
 
Seperti diberitakan, terpilihnya Zulkifli mendorong sejumlah anggota tim sukses Hatta Rajasa mundur. Tjatur Sapto Edi mengajukan pengunduran diri sebagai Ketua Fraksi PAN di DPR. Lalu Drajad Wibowo, mantan Wakil Ketua Umum PAN, menyatakan diri menolak ikut duduk di kepengurusan yang diketuai Zulkifli.

Sebagian di antara mereka berencana mendirikan organisasi kemasyarakatan Harapan Rakyat Indonesia (HRI). Kabarnya, Drajad menjadi ketua ormas itu dengan Sekretaris Jenderal Tjatur Sapto Edi, sementara Hatta duduk di jajaran dewan pembina.

"Pak Hatta sudah menjelaskan kepada saya tidak ada yang namanya partai tandingan. Kalau ada isu-isu seperti itu, saya pastikan bukan dilontarkan dari kader PAN," tegasnya.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu menilai PAN telah berhasil menggapai tradisi baru di mana persaingan yang terjadi saat pemilihan ketua umum dipastikan tidak akan menimbulkan perpecahan di tubuh internal partai.

"Insya Allah kalau PAN berikan keteladanan, walaupun beberapa petinggi masih panas tapi pelan pasti mereka akan memahami bahwa ini semua proses yang harus dilalui. Nah kalau elitnya itu dewasa insya Allah kader-kader dibawah juga akan semuanya baik," harapnya.

Senin, 16 Maret 2015

Ahok Terancam 10 Tahun Bui

Senin, 16 Maret 2015 - 0 Comments

Ahok Terancam 10 Tahun Bui

Dok: Aksi masyarakat mendukung Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Foto: Antara

 
 
MADHON NEWS, JAKARTA - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terancam hukuman 10 tahun penjara atas tudingan telah melakukan pencemaran nama baik dan citra DPRD DKI. Ahok dijerat pasal fitnah dan pencemaran nama baik, yakni Pasal 310,311,317, 207 KUHP dan Pasal Undang-undang IT. 
 
"Ancaman hukuman kalau diakumulasi menjadi 10 tahun. Saya baru saja beroordinasi dengan pihak Bareskrim bahwa laporan kami telah diterima, dan saat ini sedang diposisi Kepala Biro Penganganan Hukum Pidana Umum," kata  Arif Razman Nasution selaku kuasa hukum anggota DPRD DKI, di Jakarta, Senin (16/03).

Dengan status resmi Ahok sebagai terlapor dengan nomor surat TBL/168/III/2015/Bareskrim tertanggal 11 Maret 2015, Razman berharap kasus ini dapat ditangani secepatnya ditindak pidana khusus Bareskrim Mabes Polri.

"Kita yakin Bareskrim akan segera memanggil (Ahok) dan dapat saya sampaikan, saya terus koordinasi dengan beberapa anggota DPRD yang telah memberi kuasa pada saya," ujarnya.

Sebelumnya, pengacara yang telah memenangkan praperadilan Komjen Budi Gunawan ini dipercaya tujuh politisi dari enam fraksi yang duduk di DPRD DKI. Mereka adalah Abraham Lunggana dan Maman Firmansyah (Fraksi PPP), Tubagus Arif (Fraksi PKS), Nawawi (Fraksi Partai Demokrat), Prabowo Sukirman (Fraksi Partai Gerindra), Bambang Kusumanto (Fraksi PAN), dan Syajudin (Fraksi Partai Hanura‬).

SUMBER BERITA DARI RIMANEWS.COM

Korupsinya Mau Dibongkar, Ahok Makin Ketakutan

Basuki Tjahaja Purnama (ist)

intelijen - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melakukan komunikasi buruk bahkan sering membuat pernyataan yang cukup kasar sehingga memunculkan konflik dengan DPRD DKI Jakarta.
Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Indonesia for Democracy and Justice (IDC), R Mubarrod kepada intelijen, Minggu (15/3).

Menurut Mubarrod, gaya komunikasi politik Ahok kurang bagus. Di Indonesia sendiri sejak dahulu terkenal dengan gaya santun, tapi gaya tersebut tidak terdapat pada Ahok. Bahkan Ahok terlihat menghiraukan adat komunikasi politik budaya Indonesia.

“Yang ditakutkan apabila menggunakan gaya seperti ini, maka akan berdampak buruk dan berimbas bagi daerah lain,” tandasnya.
Mubarrod meminta Ahok harus mengubah cara komunikasinya karena bisa menimbulkan efek yang kurang bagus di tingkat masyarakat.

“Walaupun ada survei yang menilai masyarakat masih mempercayai Ahok, tetapi tidak dinafikan ada suara rakyat yang tidak menyukai Ahok dan gaya komunikasinya,” paparnya.
Selain itu, ia mengkritik berbagai lembaga survei yang berupaya untuk menggiring opini bahwa Ahok masih dipercaya rakyat.

Mubarrod mencurigai Ahok membuat pernyataan yang cenderung kasar dan menghina anggota DPRD DKI Jakarta karena telah terbongkar korupsi dan nepotismenya.
“Berdasarkan laporan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DKI ditemukan 18 perusahaan yang terlibat memberikan dana CSR untuk Ahok Center. Ini menandakan Ahok menyalahkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi,” paparnya.

Minggu, 15 Maret 2015

Terungkang !“Ahok Ribut Hanya Untuk Menutupi Kasus Korupsi Jokowi-Ahok"

Minggu, 15 Maret 2015 - 0 Comments


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnHwXzo5DzFrKGZ_zjYfWIuu67Ut7ZgVydQ26kVIv1RSmbVHyB_aUleVdi0dkh2ckjTw5_eWXpdgxZJRiW1RiAPj64HT_t-Q3ScHWupmVIRiDxqX2Ggutg1zMmB40b0MXUfLUL9Ctc47wd/s1600/lirik+lagu+jokowi+ahok.jpg

Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) APBD DKI Jakarta 2013 mengindikasikan Jokowi-Ahok terlibat korupsi.

“Hasil audit BPK atas APBD DKI Jakarta 2013 yang menemukan ada 86 proyek di ibukota yang ganjil sehingga berpotensi merugikan daerah dengan nilai total Rp 1,54 triliun. Ini bukti BPK lembaga resmi negara,” kata pengamat politik Muslim Arbi kepada intelijen, Sabtu (14/3).

Menurut Muslim, berdasarkan data BPK di Dinas Pendidikan meliputi penyaluran Kartu Jakarta Pintar (KJP) ganda kepada 9.006 penerima senilai Rp 13,34 miliar.

“Selain itu, hasil audit dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) di sampel sebelas sekolah negeri menunjukkan indikasi kerugian Rp 8,29 miliar. Padahal, total anggaran BOP untuk sekolah negeri mencapai Rp 1,57 triliun,” papar Muslim.

Kata Muslim, BOP untuk sekolah swasta juga terindikasi merugikan daerah Rp 2,19 miliar karena ada manipulasi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan ada sekolah yang mendapat BOP walaupun tidak meminta bantuan dana.

“Program pengadaan bus TransJakarta dan bus sedang di Dinas Perhubungan dinilai tidak sepenuhnya sesuai ketentuan dan diragukan kewajaran harganya senilai Rp 118,40 miliar dan Rp 43,87 miliar,” papar Muslim.


Muslim melanjutkan, ada pula keganjilan di Dinas Pekerjaan Umum karena adanya pencairan uang persediaan pada akhir 2013 sebesar Rp 110,04 miliar. “Dari jumlah itu, sebanyak Rp 104,62 miliar ditransfer ke rekening kepala seksi kecamatan, suku dinas, dan kepala bidang pemeliharaan jalan,” paparnya.

Lanjutnya Muslim, program Kampung Deret juga dinilai tak optimal karena tidak mencapai target. Dari anggaran Rp 214 miliar, hanya terealisasi Rp 199 miliar hingga 30 Mei 2014 atau 93,12 persen dari target. Selain itu, banyak juga rumah deret yang berdiri di atas tanah negara, di lokasi drainase, dan garis sepadan sungai.

Kata Muslim, dari data BPK itu menjadi sangat jelas Jokowi terseret dalam korupsi dan masuk penjara. “Makanya Jokowi ketemu Ahok untuk mengamankan kasus korupsinya itu. Jokowi di hadapan wartawan mengelak harus tahu semua proyek APBD DKI 2013, itu tidak bisa, kali ini Jokowi maupun Ahok tidak bisa menghindar dari data BPK itu,” papar Muslim.

Muslim mengingatkan, Ahok sengaja membuat ribut dengan DPRD DKI Jakarta agar masyarakat tidak fokus untuk menyeret Jokowi-Ahok dalam kasus korupsi. “Ahok itu ribut hanya menutupi kasus korupsi Jokowi maupun dirinya sendiri,” ungkapnya.

Menurut Muslim, pertemuan Jokowi-Ahok secara rahasia itu permintaan mantan Gubernur DKI Jakarta ke Ahok untuk mengamankan kasus korupsi.

“Ngapain seorang presiden bertemu Ahok, ini khan sangat dipertanyakan, ternyata Jokowi takut dan meminta Ahok untuk mengamankan kasusnya. Ahok akan berakting mengeluarkan jurus mabuk dan menggiring opini melalui wartawan dan lembaga survei,” pungkasnya.

Subscribe

Donec sed odio dui. Duis mollis, est non commodo luctus, nisi erat porttitor ligula, eget lacinia odio. Duis mollis

© 2013 Stejer. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks