Recent Articles
Home » Posts filed under INTERNASIONAL
Tampilkan postingan dengan label INTERNASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INTERNASIONAL. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 Maret 2015
Kamis, 19 Maret 2015
- 0 Comments
נצחון חמושים בעזה במלחמה נגד 51 הימים של ישראל באוגוסט האחרון יש המשיכה ל Google יצירתיים, כדי להפוך אותו משחק מרגש שאפשר להוריד ב - Google Playstore.
למרבה הצער, המשחק נאסר ההתנגדות הפלסטינית "ישראל" בחודש שעבר, גוגל סוף סוף משכה את משחקי עזה האדם. בדומה לכך, הדיווחים בעיתונות הפלסטיניים בטענה תזכיר, אלרסאלה, יום רביעי (17/03/2015).
ההחלטה התקבלה לאחר הלחץ הציוני הבינלאומי ארור Google באמצעי תקשורת שונים, כוללים מדיה חברתית, רדיו, וערוצי טלוויזיה בלווין.
ישראל לא יכולה לחצה, ברידג'ביו למסחר, הבעלים של המשחק, מתן ההצהרה, "אנו מעריכים את הלחץ הזה, ואנחנו חושבים שזה תיקון של טעות גדולה."
ברגע שהמשחק יוצא לאור, עזה אדם לקבל באופן מיידי התקפה מסיבית ו Google משך במהירות מ Google Playstore, רק 3 ימים אחרי המשחק יצא לדרך.
משחק אדם עזה שמציעה המוג'אהדין הפלסטיני שנושא נשק פשוט בהצלחה נגד הכוחות הציוניים "ישראליים" תוקפים עם מטוסי קרב, מסוקים, מזל"טים, טנקים וכלי נשק מתוחכמים אחרים.
למרבה הצער, המשחק נאסר ההתנגדות הפלסטינית "ישראל" בחודש שעבר, גוגל סוף סוף משכה את משחקי עזה האדם. בדומה לכך, הדיווחים בעיתונות הפלסטיניים בטענה תזכיר, אלרסאלה, יום רביעי (17/03/2015).
ההחלטה התקבלה לאחר הלחץ הציוני הבינלאומי ארור Google באמצעי תקשורת שונים, כוללים מדיה חברתית, רדיו, וערוצי טלוויזיה בלווין.
ישראל לא יכולה לחצה, ברידג'ביו למסחר, הבעלים של המשחק, מתן ההצהרה, "אנו מעריכים את הלחץ הזה, ואנחנו חושבים שזה תיקון של טעות גדולה."
ברגע שהמשחק יוצא לאור, עזה אדם לקבל באופן מיידי התקפה מסיבית ו Google משך במהירות מ Google Playstore, רק 3 ימים אחרי המשחק יצא לדרך.
משחק אדם עזה שמציעה המוג'אהדין הפלסטיני שנושא נשק פשוט בהצלחה נגד הכוחות הציוניים "ישראליים" תוקפים עם מטוסי קרב, מסוקים, מזל"טים, טנקים וכלי נשק מתוחכמים אחרים.
Senin, 16 Maret 2015
Senin, 16 Maret 2015
- 0 Comments
Ex-hostage ISIS from Spain states, that ISIS establish Guantanamo-style prison. Photo: Illustration / AP.
Espinosa was kidnapped on September 16, 2013 and released on March 29, 2014. In his writings, the group Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) grouping 23 hostages from 11 countries of the West in a villa in northern Aleppo, Syria.
According to him, Guantanamo-style prison built ISIS in Syria be the answer for the US who detain terrorism suspects at Guantanamo. Information from Espinosa was also he obtained from the US journalist, James Foley, who was beheaded by ISIS in 2014.
"They have this project for a long time. A (head prison guard) told us at the beginning, that they want a high-security prison that is equipped with a camera and a lot of guards, "Espinosa wrote.
"They told us that we would be here for a very long time, because we were the first people they arrested," said Espinosa who mimicked ucapann Foley before executed ISIS, as reported by Al Arabiya, an overnight (15/3 / 2015).
Espinosa went on, there was a group of dozens of journalists Europe, America and Latin America, as well as humanitarian workers were detained in the prison complex. Most of them handed over to the executioner ISIS for execution.
SINDO news source of news
Eks sandera ISIS asal Spanyol menyatakan, bahwa ISIS membangun penjara ala penjara Guantanamo. Foto: Ilustrasi/AP.
Espinosa diculik pada 16 September 2013 dan dibebaskan pada tanggal 29 Maret 2014. Dalam tulisannya, kelompok Islamic State Iraq and Syria (ISIS) mengelompokkan 23 sandera dari 11 negara-negara Barat di sebuah vila di Aleppo utara, Suriah.
Menurutnya, penjara ala Guantanamo yang dibangun ISIS di Suriah menjadi jawaban bagi AS yang menahan para tersangka kasus terorisme di penjara Guantanamo. Informasi dari Espinosa itu juga dia peroleh dari wartawan AS, James Foley, yang dipenggal oleh ISIS pada tahun 2014.
“Mereka memiliki proyek ini untuk waktu yang lama. Seorang (kepala penjaga penjara) mengatakan kepada kami di awal, bahwa mereka menginginkan penjara dengan tingkat keamanan tinggi yang dilengkapi kamera dan banyak penjaga,” tulis Espinosa.
“Mereka mengatakan kepada kami bahwa kami akan berada di sini untuk waktu yang sangat lama, karena kami adalah orang-orang pertama yang mereka ditangkap,” lanjut Espinosa yang menirukan ucapann Foley sebelum dieksekusi ISIS, seperti dilansir Al Arabiya, semalam (15/3/2015).
Espinosa melanjutkan, ada kelompok yang terdiri dari puluhan jurnalis Eropa, Amerika dan Amerika Latin, serta para pekerja kemanusiaan yang ditahan di kompleks penjara itu. Sebagian dari mereka diserahkan ke algojo ISIS untuk dieksekusi.
sumber berita dari sindo news
Beberapa orang dari sekte Yazidi di Irak telah mengajukan diri untuk ikut melawan ISIS
Vatikan mengatakan kekuatan militer penting untuk dilakukan demi menghentikan serangan terhadap umat Kristen dan minoritas Timur Tengah lainnya oleh kelompok Negara Islam (ISIS) jika tidak ada solusi politis.
Uskup Agung Silvano Tomasi, diplomat tinggi Vatikan di PBB di Jenewa, mengatakan jihadis melakukan "genosida" dan harus dihentikan.
Vatikan biasanya menentang intervensi militer di kawasan tersebut.
Namun Paus Fransiskus mengecam pemenggalan atas 21 pengikut Kristen Koptik Mesir pada bulan Februari lalu oleh ISIS di Libia.
Uskup Agung Silvano Tomasi mengatakan hak semua kelompok minoritas harus dilindungi
Kelompok militan itu menyasar kelompok-kelompok keagamaan minoritas di wilayah Suriah dan Irak yang mereka kuasai.
Ribuan orang lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Dalam wawancara dengan situs Katolik AS Crux, Uskup Agung Tomasi mengatakan, "Yang dibutuhkan adalah koalisi terkoordinir dan terencana dengan baik untuk melakukan segala yang mungkin untuk mencapai solusi politis tanpa kekerasan.
"Tetapi jika hal itu tidak mungkin, maka penggunaan kekuatan militer menjadi penting."
Ia menambahkan, "Kami harus menghentikan genosida ini. Jika tidak kami akan menangis di masa depan menyesali kenapa kami tidak melakukan apa apa, kenapa kami mengizinkan tragedi mengerikan ini terjadi."
Minggu, 15 Maret 2015
Minggu, 15 Maret 2015
- 0 Comments
Shyam, anggota komunitas Dalit Valmiki di Desa Moga, Meerut, India, masuk Islam dua pekan lalu. Sebagai orang dalit valkimi, Shyam merupakan anggota dari komunitas paling rendah di hierarki Hindu. Buruh tak bertanah, dan kerap menghiasi hari-harinya dengan membersihkan sampah hingga kotoran manusia.
Pertemuannya dengan Islam berawal dua pekan lalu, di saat situasi Meerut tak lagi kondusif untuk Dalit Valkimi seperti Shyam. Suatu ketika di bulan November, kebijakan pemerintah distrik Baghpat, Meerut melarang Shyam dan rekan-rekan sekastanya untuk masuk Kuil sekadar melakukan puja tradisional. Merupakan buah intimidasi dari kasta-kasta lain yang semakin menjadi-jadi.
"Apa gunanya menjadi seorang Hindu jika saya tidak bisa masuk kuil?" ujarnya seperti dilansir The Hindu, Ahad (15/3).
Sejak November itu pula, Shyam sebelumnya telah mengajukan petisi ke pemerintah setempat, termasuk Komisi Nasional untuk Kasta dan Suku Terjadwal, agar mencabut larangan terhadap kelompoknya untuk masuk kuil.
"Semua dari mereka ingin kita untuk tidak masuk Islam, namun tidak satupun dari mereka ingin kita untuk mendapatkan status yang sama di kalangan umat Hindu," ujarnya.
Akhirnya, Shyam memutuskan untuk memeluk Islam sebagai agama yang tidak mengenal kasta. Dalam waktu dekat, Shyam berencana untuk hijrah ke Nepal.
"Mereka ditahan karena masuk tanpa izin dan tidak memberitahu kami akan kunjungan mereka," ujar Datuk Noor Rashid, Wakil Kepala Polisi Diraja Malaysia (PDRM) seperti dikutip dari Asia One, Ahad (15/3).
Rashid mengatakan, ke-17 orang tersebut mendatangi pos kepolisian Sabah dengan berpakaian preman dan bersenjata lengkap. Mereka hendak meminta kembali tersangka kabur yang ditangkap kepolisian Sabah.
Tersangka tersebut adalah Syarif, pelaku pembunuhan salah satu Anggota Kodim 0911/Nunukan, Sersan Satu Tata Adi Cahyono.
"Mungkin mereka tidak punya niat buruk. Mereka ingin mengambil kembali tersangka tetapi mereka tidak menggunakan jalur formal," katanya.
Noor Rashid mengatakan, kedatangan anggota Polri dan TNI tidak membawa dokumen-dokumen yang sah. "Mereka tidak diperintahkan untuk membawa tersangka kembali oleh atasan," lanjutnya.
Dikatakan Rashid ke-17 orang tersebut melintasi perbatasan Malaysia melalui Pulau Sebatik pada Jumat (13/3) dini hari waktu setempat dengan menggunakan sepeda motor dan speedboat.
Dalam penangkapan tersebut polisi Sabah juga mengamankan 12 pucuk senjata api yang terdiri dari delapan pistol dan empat revolver beserta dengan amunisi. Mereka nantinya akan didakwa melanggar Pasal 6 Ayat 3 Undang-Undang Keimigrasian 1963 dan Pasal 8 Undang-Undang Senjata Api 1960 karena membawa senpi tanpa izin.
"Namun kami akan mempertimbangkan semua aspek, termasuk hubungan baik kita, serta hukum negara kita," tambahnya.
Jumat, 16 Januari 2015
Jumat, 16 Januari 2015
- 0 Comments
MADHON NEWS , PARIS -- Absennya Amerika Serikat (AS) dalam aksi soldiaritas mengutuk serangan terhadap kantor maalah Charlie Hebdo pada Ahad (11/1) lalu menjadi buah bibir sejumlah media-media di barat dan AS itu sendiri. Maklum saja, hampir semua pemimpin dunia termasuk Israel dan Palestina menyempatkan diri hadir dalam acara tersebut.
"Mungkin mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri tidak ada pawai besar setelah 11 September 2001 dan bahwa kehadiran mereka di Paris itu tidak perlu?" Kata Presiden Prancis Francois Hollande dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Le Parisien yang diterbitkan pada hari Rabu, seperti dilansir AFP, Kamis (15/1).
Washington hanya diwakili Duta Besar AS untuk Prancis, Jane Hartley, dalam acara tersebut. Menteri Luar Negeri AS, John Kerry mengatakan absennya Presiden AS Barack Obama dikarenakan masalah keamanan semata mengingat acara tersebut dikatakan cukup mendadak.
"Saya akan secara pribadi sangat ingin berada di sana," kata Kerry dalam kunjungan ke India pada Senin (12/1).Untuk 'membayar kesalahannya' Kerry dilaporkan telah tiba di Paris dan akan melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius dan Presiden Perancis Francois Hollande untuk menunjukkan solidaritas negaranya dengan Prancis.
Prancis adalah sekutu tertua di AS yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1776. Namun hubungan keduanya dikabarkan terus merenggang setelah Prancis menentang invasi AS ke Irak pada 2003 silam.
"Mungkin mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri tidak ada pawai besar setelah 11 September 2001 dan bahwa kehadiran mereka di Paris itu tidak perlu?" Kata Presiden Prancis Francois Hollande dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Le Parisien yang diterbitkan pada hari Rabu, seperti dilansir AFP, Kamis (15/1).
Washington hanya diwakili Duta Besar AS untuk Prancis, Jane Hartley, dalam acara tersebut. Menteri Luar Negeri AS, John Kerry mengatakan absennya Presiden AS Barack Obama dikarenakan masalah keamanan semata mengingat acara tersebut dikatakan cukup mendadak.
"Saya akan secara pribadi sangat ingin berada di sana," kata Kerry dalam kunjungan ke India pada Senin (12/1).Untuk 'membayar kesalahannya' Kerry dilaporkan telah tiba di Paris dan akan melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius dan Presiden Perancis Francois Hollande untuk menunjukkan solidaritas negaranya dengan Prancis.
Prancis adalah sekutu tertua di AS yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1776. Namun hubungan keduanya dikabarkan terus merenggang setelah Prancis menentang invasi AS ke Irak pada 2003 silam.
MADHON NEWS, PARIS -- The absence of the United States (US) in action soldiaritas condemned the attack on Charlie Hebdo maalah office on Sunday (11/1) and then became a byword number of media in the west and the US itself. Understandably, almost all the leaders of the world including Israel and Palestine took time to attend the event.
"Maybe they tell themselves no big parade after 11 September 2001 and that their presence in Paris was not necessary?" French President Francois Hollande said in an interview with Le Parisien newspaper published on Wednesday, as quoted by AFP on Thursday (15/1).
Washington only represented the US Ambassador to France, Jane Hartley, in the event. Secretary of State, John Kerry, US President Barack Obama's absence due to a security issue alone is enough to remember the event of sudden.
"I personally would very much like to be there," Kerry said in a visit to India on Monday (12/1) .To 'amends' Kerry reported to have arrived in Paris and will hold talks with French Foreign Minister Laurent Fabius and President France Francois Hollande to show solidarity with the French country.
France is the oldest US ally which has had diplomatic relations since 1776. But their relationship reportedly continued to stretch after France opposed the US invasion of Iraq in 2003 ago.
"Maybe they tell themselves no big parade after 11 September 2001 and that their presence in Paris was not necessary?" French President Francois Hollande said in an interview with Le Parisien newspaper published on Wednesday, as quoted by AFP on Thursday (15/1).
Washington only represented the US Ambassador to France, Jane Hartley, in the event. Secretary of State, John Kerry, US President Barack Obama's absence due to a security issue alone is enough to remember the event of sudden.
"I personally would very much like to be there," Kerry said in a visit to India on Monday (12/1) .To 'amends' Kerry reported to have arrived in Paris and will hold talks with French Foreign Minister Laurent Fabius and President France Francois Hollande to show solidarity with the French country.
France is the oldest US ally which has had diplomatic relations since 1776. But their relationship reportedly continued to stretch after France opposed the US invasion of Iraq in 2003 ago.
Kamis, 15 Januari 2015
Kamis, 15 Januari 2015
- 0 Comments
Pope Francis
Moreover, he continued, it was shown for the freedom of religious insult. This statement he expressed after Charlie Hebdo and its supporters say, drawings of the Prophet Muhammad was justified in the name of freedom of expression.
"You should not be provoked. You also should not insult the beliefs of others. You also should not be playing with confidence," he said as quoted independent, Friday (16/1).
According to him, freedom of religion and expression, it is equally human rights. However, they also have an obligation to give kindness to one another.
"We do have freedom, but that freedom should not offend any party," added the Pope.
Even so, Pope Francis remain condemned attacks carried out against Charlie Hebdo offices. In fact, he said, using religion as an excuse for the killing as an aberration.
Pope warns all mankind to ponder this event. He also reminded, murder in the name of God's name was not justified.
Earlier, the office of Charlie Hebdo attacked by a group claiming to Islam in France. Incident allegedly committed as retaliation that caused 12 people were killed.
Charlie Hebdo is a magazine that is often insulted by certain parties, including beliefs or religion. In fact, Charlie Hebdo attacked Muslims by drawing the Prophet Muhammad
Apalagi, lanjutnya, kebebasan itu ditunjukkan untuk menghina agama. Pernyataan ini dia ungkapkan setelah Charlie Hebdo beserta pendukungnya mengatakan, pembuatan kartun Nabi Muhammad SAW itu dibenarkan atas nama kebebasan berekspresi.
"Kalian tidak boleh melakukan provokasi. Kalian juga tidak boleh menghina keyakinan orang lain. Kalian juga tidak boleh mempermainkan keyakinan," ungkapnya seperti dikutip laman independent, Jumat (16/1).
Menurutnya, kebebasan beragama dan berekspresi itu memang sama-sama hak asasi manusia. Namun, keduanya juga memiliki kewajiban untuk memberikan kebaikan satu sama lain.
"Kita memang memiliki kebebasan, tapi kebebasan itu hendaknya tidak menyinggung pihak manapun," tambah Paus.
Meski begitu, Paus Francis tetap mengutuk penyerangan yang dilakukan terhadap kantor Charlie Hebdo. Bahkan, ia menyebut, menggunakan agama sebagai alasan untuk pembunuhan itu sebagai sebuah penyimpangan.
Paus memperingatkan seluruh umat manusia untuk merenungkan peristiwa ini. Dia juga kembali mengingatkan, pembunuhan dengan mengatasnamakan nama Tuhan itu tidak dibenarkan.
Sebelumnya, kantor Charlie Hebdo diserang oleh kelompok yang mengaku Islam di Prancis. Peristiwa yang diduga dilakukan karena upaya balas dendam itu menyebabkan 12 orang tewas.
Charlie Hebdo merupakan majalah yang acapkali menghina pihak tertentu, termasuk keyakinan atau agama. Bahkan, Charlie Hebdo pernah menyerang umat Islam dengan menggambar Nabi Muhammad SAW
Jumat, 09 Januari 2015
Jumat, 09 Januari 2015
- 0 Comments
bbc
Raif Badawi dihukum cambuk karena dianggap menghina Islam.
MADHON NEWS 09 JANUARI 2015, ARAB SAUDI - Seorang blogger Arab Saudi dikenai hukuman cambuk di depan umum setelah didakwa melakukan kejahatan dunia maya dan menghina Islam, menurut laporan-laporan yang masuk.
Raif Badawi, yang dijatuhi hukuman cambuk 1.000 kali dan 10 tahun penjara, di tahap pertama dicambuk 50 kali di depan sebuah masjid di Jedah sesudah sembahyang Jumat, kata para saksi.
Hukuman cambuknya akan dilakukan setiap minggu, kata para pengkampanye yang menentang hukuman ini.
Badawi, salah seorang pendiri situs web Jaringan Saudi Liberal yang sekarang sudah dilarang, ditangkap pada tahun 2012.
Kelompok-kelompok hak asasi mengecam dakwaan ini dan Amerika Serikat sudah menyerukan diberikannya pengampunan.
Pada hari Kamis (08/01/2015) jurubicara untuk Kementerian Luar Negeri AS Jen Psaki mendesak pihak berwenang di Arab Saudi untuk "membatalkan hukuman brutal ini" serta meninjau lagi kasusnya.
Di samping hukuman yang yang dijatuhkan kepadanya, Badawi juga diperintahkan membayar denda 1 juta riyal (lebih dari Rp3 miliar).
Pada tahun 2013 Badawi dibebaskan dari tuduhan melakukan tindakan murtad, yang bisa dijatuhi hukuman mati.
Raif Badawi, yang dijatuhi hukuman cambuk 1.000 kali dan 10 tahun penjara, di tahap pertama dicambuk 50 kali di depan sebuah masjid di Jedah sesudah sembahyang Jumat, kata para saksi.
Hukuman cambuknya akan dilakukan setiap minggu, kata para pengkampanye yang menentang hukuman ini.
Badawi, salah seorang pendiri situs web Jaringan Saudi Liberal yang sekarang sudah dilarang, ditangkap pada tahun 2012.
Kelompok-kelompok hak asasi mengecam dakwaan ini dan Amerika Serikat sudah menyerukan diberikannya pengampunan.
Pada hari Kamis (08/01/2015) jurubicara untuk Kementerian Luar Negeri AS Jen Psaki mendesak pihak berwenang di Arab Saudi untuk "membatalkan hukuman brutal ini" serta meninjau lagi kasusnya.
Di samping hukuman yang yang dijatuhkan kepadanya, Badawi juga diperintahkan membayar denda 1 juta riyal (lebih dari Rp3 miliar).
Pada tahun 2013 Badawi dibebaskan dari tuduhan melakukan tindakan murtad, yang bisa dijatuhi hukuman mati.
bbc
Raif Badawi was sentenced to lashes for insulting Islam.
MADHON NEWS JANUARY,09 2015, SAUDI ARABIA - A Saudi blogger sentenced to flogging in public after accused of committing cybercrimes and insulting Islam, according to reports coming in.
Raif Badawi, who was sentenced to caning 1,000 times and 10 years in prison, in the first phase of whipped 50 times in front of a mosque in Jeddah after Friday prayers, witnesses said.
Whip punishment will be carried out every week, according to campaigners who oppose this sentence.
Badawi, one of the founders of the Liberal Saudi Network websites are now banned, was arrested in 2012.
Rights groups have condemned the charges and the United States has called for granting forgiveness.
On Thursday (01/08/2015) a spokesman for the US State Department Jen Psaki urged the authorities in Saudi Arabia to "cancel this brutal punishment" and review the case again.
In addition to the punishment meted out to him, Abdullah was also ordered to pay a fine of 1 million riyals (more than 3 billion).
In 2013 Badawi acquitted of charges of committing acts of apostasy, which is punishable by death.
Raif Badawi, who was sentenced to caning 1,000 times and 10 years in prison, in the first phase of whipped 50 times in front of a mosque in Jeddah after Friday prayers, witnesses said.
Whip punishment will be carried out every week, according to campaigners who oppose this sentence.
Badawi, one of the founders of the Liberal Saudi Network websites are now banned, was arrested in 2012.
Rights groups have condemned the charges and the United States has called for granting forgiveness.
On Thursday (01/08/2015) a spokesman for the US State Department Jen Psaki urged the authorities in Saudi Arabia to "cancel this brutal punishment" and review the case again.
In addition to the punishment meted out to him, Abdullah was also ordered to pay a fine of 1 million riyals (more than 3 billion).
In 2013 Badawi acquitted of charges of committing acts of apostasy, which is punishable by death.
Rabu, 24 Desember 2014
Rabu, 24 Desember 2014
- 0 Comments
Erdogan Ucapkan Selamat kepada Presiden Terpilih Tunisia
Wednesday, 24 December 2014, 16:43 WIB
Komentar : 0
AP
MADHON NEWS , ISTANBUL -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghubungi President terpilih Tunisia Beji Caid Essebsi untuk mengucapkan selamat atas kemenangannya dalam pemilu terbaru.
Erdogan mengatakan kepada Presiden Beji Caid Essebsi bahwa konsolidasi demokrasi di Tunisia akan menjadi contoh negara di seluruh kawasan.
Beji Caid Essebsi adalah seorang veteran politik terpilih sebagai presiden Tunisia, sebuah negara yang baru teraliri listrik setelah menggulingkan diktator yang telah berkuasa selama 73 tahun, Ben Ali pada 2011.
Hasil pemilu Tunisia merupakan cerminan kerinduan warga Tunisia untuk kembali ke keadaan yang stabil.
Setelah memasuki masa transisi demokrasi selama empat tahun, kekerasan dan krisis ekonomi, revolusi pemuda telah mengubah simbol dari rezim lama.
Essebsi memenangkan 55,68 persen suara sesuai dengan hasil hari Senin (22/12) dan berkampanye untuk pemulihan prestise negara, mengembalikan warisan pendiri Tunisia, Habib Bourguiba, yang membangun negara dan berpendidikan tetapi memperbolehkan adanya sedikit oposisi.
Presiden terpilih Essebsi mengalahkan Moncef Marzouki, seorang aktivis hak asasi manusia yang menjadi presiden sementara setelah revolusi.
Marzouki mendapatkan 44,32 persen suara, berdasarkan jajak pendapat hitung cepat juga telah meramalkan hasil yang sama segera setelah pemungutan suara berakhir Minggu (21/12) malam.
Erdogan mengatakan kepada Presiden Beji Caid Essebsi bahwa konsolidasi demokrasi di Tunisia akan menjadi contoh negara di seluruh kawasan.
Beji Caid Essebsi adalah seorang veteran politik terpilih sebagai presiden Tunisia, sebuah negara yang baru teraliri listrik setelah menggulingkan diktator yang telah berkuasa selama 73 tahun, Ben Ali pada 2011.
Hasil pemilu Tunisia merupakan cerminan kerinduan warga Tunisia untuk kembali ke keadaan yang stabil.
Setelah memasuki masa transisi demokrasi selama empat tahun, kekerasan dan krisis ekonomi, revolusi pemuda telah mengubah simbol dari rezim lama.
Essebsi memenangkan 55,68 persen suara sesuai dengan hasil hari Senin (22/12) dan berkampanye untuk pemulihan prestise negara, mengembalikan warisan pendiri Tunisia, Habib Bourguiba, yang membangun negara dan berpendidikan tetapi memperbolehkan adanya sedikit oposisi.
Presiden terpilih Essebsi mengalahkan Moncef Marzouki, seorang aktivis hak asasi manusia yang menjadi presiden sementara setelah revolusi.
Marzouki mendapatkan 44,32 persen suara, berdasarkan jajak pendapat hitung cepat juga telah meramalkan hasil yang sama segera setelah pemungutan suara berakhir Minggu (21/12) malam.
Erdogan Congratulates the Elected President of Tunisia
MADHON NEWS, ISTANBUL -- Turkish President Recep Tayyip Erdogan contact elected President of Tunisia Beji Caid Essebsi to congratulate him on his victory in the latest elections.
Erdogan told President Beji Caid Essebsi that the consolidation of democracy in Tunisia would be an example of countries across the region.
Beji Caid Essebsi is a political veteran elected president of Tunisia, a country that had powered after overthrowing dictator who has ruled for 73 years, Ben Ali in 2011.
The election results are a reflection Tunisia Tunisians yearning to return to a stable state.
After entering a period of transition to democracy for four years, violence and economic crisis, youth revolution has changed the symbols of the old regime.
Essebsi won 55.68 percent of the vote in accordance with the results of Monday (22/12) and campaigned to restore the prestige of the state, to restore the legacy founder of Tunisia, Habib Bourguiba, who built the country and educated but allow for a little opposition.
President-elect beat Essebsi Moncef Marzouki, a human rights activist who became interim president after the revolution.
Marzouki get 44.32 percent of the vote, based on a quick count poll also has predicted similar results immediately after the voting ends on Sunday (21/12) night.
Erdogan told President Beji Caid Essebsi that the consolidation of democracy in Tunisia would be an example of countries across the region.
Beji Caid Essebsi is a political veteran elected president of Tunisia, a country that had powered after overthrowing dictator who has ruled for 73 years, Ben Ali in 2011.
The election results are a reflection Tunisia Tunisians yearning to return to a stable state.
After entering a period of transition to democracy for four years, violence and economic crisis, youth revolution has changed the symbols of the old regime.
Essebsi won 55.68 percent of the vote in accordance with the results of Monday (22/12) and campaigned to restore the prestige of the state, to restore the legacy founder of Tunisia, Habib Bourguiba, who built the country and educated but allow for a little opposition.
President-elect beat Essebsi Moncef Marzouki, a human rights activist who became interim president after the revolution.
Marzouki get 44.32 percent of the vote, based on a quick count poll also has predicted similar results immediately after the voting ends on Sunday (21/12) night.
Erdogan Ucapkan Selamat kepada Presiden Terpilih Tunisia
Wednesday, 24 December 2014, 16:43 WIB
Komentar : 0
AP
MADHON NEWS , ISTANBUL -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghubungi President terpilih Tunisia Beji Caid Essebsi untuk mengucapkan selamat atas kemenangannya dalam pemilu terbaru.
Erdogan mengatakan kepada Presiden Beji Caid Essebsi bahwa konsolidasi demokrasi di Tunisia akan menjadi contoh negara di seluruh kawasan.
Beji Caid Essebsi adalah seorang veteran politik terpilih sebagai presiden Tunisia, sebuah negara yang baru teraliri listrik setelah menggulingkan diktator yang telah berkuasa selama 73 tahun, Ben Ali pada 2011.
Hasil pemilu Tunisia merupakan cerminan kerinduan warga Tunisia untuk kembali ke keadaan yang stabil.
Setelah memasuki masa transisi demokrasi selama empat tahun, kekerasan dan krisis ekonomi, revolusi pemuda telah mengubah simbol dari rezim lama.
Essebsi memenangkan 55,68 persen suara sesuai dengan hasil hari Senin (22/12) dan berkampanye untuk pemulihan prestise negara, mengembalikan warisan pendiri Tunisia, Habib Bourguiba, yang membangun negara dan berpendidikan tetapi memperbolehkan adanya sedikit oposisi.
Presiden terpilih Essebsi mengalahkan Moncef Marzouki, seorang aktivis hak asasi manusia yang menjadi presiden sementara setelah revolusi.
Marzouki mendapatkan 44,32 persen suara, berdasarkan jajak pendapat hitung cepat juga telah meramalkan hasil yang sama segera setelah pemungutan suara berakhir Minggu (21/12) malam.
Erdogan mengatakan kepada Presiden Beji Caid Essebsi bahwa konsolidasi demokrasi di Tunisia akan menjadi contoh negara di seluruh kawasan.
Beji Caid Essebsi adalah seorang veteran politik terpilih sebagai presiden Tunisia, sebuah negara yang baru teraliri listrik setelah menggulingkan diktator yang telah berkuasa selama 73 tahun, Ben Ali pada 2011.
Hasil pemilu Tunisia merupakan cerminan kerinduan warga Tunisia untuk kembali ke keadaan yang stabil.
Setelah memasuki masa transisi demokrasi selama empat tahun, kekerasan dan krisis ekonomi, revolusi pemuda telah mengubah simbol dari rezim lama.
Essebsi memenangkan 55,68 persen suara sesuai dengan hasil hari Senin (22/12) dan berkampanye untuk pemulihan prestise negara, mengembalikan warisan pendiri Tunisia, Habib Bourguiba, yang membangun negara dan berpendidikan tetapi memperbolehkan adanya sedikit oposisi.
Presiden terpilih Essebsi mengalahkan Moncef Marzouki, seorang aktivis hak asasi manusia yang menjadi presiden sementara setelah revolusi.
Marzouki mendapatkan 44,32 persen suara, berdasarkan jajak pendapat hitung cepat juga telah meramalkan hasil yang sama segera setelah pemungutan suara berakhir Minggu (21/12) malam.
Langganan:
Postingan (Atom)