Selasa, 10 Maret 2015
Membuat mataku berkaca-kaca sejak pertama Aa Gym (KH Abdullah Gymnastiar, pimpinan Ponpes Daarut Tauhid Bandung) mengumumkan pernikahan anaknya di suatu majlis, subuh hari, melalui sebuah radio streaming yang setiap hari kudengarkan.
Pesannya daleeeeem banget.. Sang anak ‘percaya’ penuh pada pilihan ayahnya.. Dan sang ayah, menjadikan Agama sebagai tolak ukur memilihkan pendamping buat anaknya.. Hafizh 30 Juz! Bukan tentang anak siapa? Apa kerjanya? Seberapa baik parasnya? Tanpa pacaran.. Tanpa mahar bebelit-belit..
Tak kalah indah pula persiapan ‘pesta pernikahannya’.. 24 jam sebelum hari H, sang mempelai pria mengulang hapalan 30 Juz Qur’annya, dan setelah 3 Qul terakhir.. Dilanjutkan dengan Ijab Qabul.. Tidakkah itu indah.. Tidakkah itu menyentuh.. Tidakkah itu memotivasi.. Agar para orangtua meluruskan pedoman dalam memilih menantu, pada kebaikan agamanya (saja).. Pun begitu para jomblo, memilih pasangan.. Pilihlah yang baik agamanya..
Sabtu 7 Maret 2015, Aa Gym menikahkan anaknya, Ghaitsa Zahira Sofa yang seorang Hafidzah (penghafal Al Qur’an) dengan Maulana Yusuf yang juga seorang penghafal Al Qur’an.. Subhanallah,,,,
# Tapiiiii,,,,, media massa membisu.. Infotainment gagu.. Keyword “pernikahan anak Aa’ Gym” tak muncul apa-apa di google.. Berita basi seputar Poligami, masih top trending..
# Berita pernikahan Artis dengan iringan mobil mewah.. Atau resepsi pernikahan pasangan Muslim di pantai berpasir putih di waktu sholat maghrib (yang lebih mirip pemberkatan pernikahan agama lain).. Lebih menarik di beritakan..
# Ahhh media.. Kamu sukanya berita sampah! [Yana Nurliana/FB/Panjimas.com]
Senin, 09 Maret 2015
Senin, 9 Maret 2015 14:05 WIB
Menurut Farhat dirinya meminta kepada pihak Lapas, untuk menunda proses eksekusi karena sidang gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara akan digelar pekan depan. Farhat meminta para eksekutor termasuk sniper untuk pulang dari Nusakambangan.
"Mungkin minggu depan udah sidang, ini kita menyampaikan kepada lapas dan meminta kepada eksekutor dan snipernya pulang dan tidak usah menembak klien saya dulu sebelum proses hukum," tuturnya.
Selain itu menurut Fahat permintaan sejumlah pihak agar kliennya harus segera dieksekusi, lantaran terlibat perederan Narkoba berkali-kali harus dibuktikan terlebih dahulu. Karena selama ini Sylvester disebut berulangkali terlibat tanpa pernah disidangkan.
"Setelah vonis mati katanya Sylvester terlibat kembali dalam penjualan narkoba, menurut saya itu harus dibuktikan terlebih dahulu melalui proses pengadilan, jadi tidak usah dieksekusi secara tergesa-gesa," katanya.
Sylvester merupakan pemain lama dalam perdagangan Narkoba di Indonesia. Sejak ditangkap pertama kali di Bandara Soekarno Hatta 2002 silam karena menyelundupkan heroin seberat 1,2 Kg, Sylvester kerap bolak-balik diperiksa penyidik kepolisian dan Badan Nasional Narkotika, karena tetap mengendalikan perdagangan Narkoba dari dalam penjara.
Sylvester divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada 1 September 2004. Putusan tersebut kemudian diperkuat oleh Pengadilan Tinggi Banten pada 2 November 2004 dan Kasasi Mahkamah Agung pada 10 Desember 2005. Upaya PK yang diajukan pun kembali ditolak MA. Upaya hukum terkahir yaitu Grasi telah ditolak oleh presiden Jokowi pada 5 Februari 2015 melalui Keppres Nomor 11/G Tahun 2015. (Taufik Ismail)
Selasa, 03 Februari 2015
Ahmad Dhani & Mulan Jameela mengenakan Kemeja Putih Dengan Peci Hitam Ala Gaya Prabowo Subianto
MADHON NEWS, JAKARTA - Sejak Jokowi terpilih jadi Presiden Indonesia yang ke-7 beberapa waktu lalu, Ahmad Dhani sepertinya terlihat sering marah-marah. Istri Mulan Jameela itu juga terlihat makin aktif di Twitter lewat tulisan-tulisan bernada pedasnya yang selalu membahas tentang politik, pemerintahan, hingga kinerja buruk sang Presiden.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Dhani sempat mengumpat dan menyindir Jokowi karena kemacetan dan banjir yang terjadi di Jakarta. Kali ini, ketika dunia politik bergejolak karena kasus KPI Vs Polri, pentolan RCM itu kembali ikut berkicau.
Masih sama dengan tulisan-tulisan sebelumnya, Dhani sepertinya kembali mengkritik Jokowi dengan nada yang ceplas-ceplos dan menusuk. Kali ini bahkan lebih frontal karena mantan juri Indonesian Idol itu menyebut Sang Presiden amatir, tak tegas, hingga penakut.
Tulisan Dhani sendiri tak mendapatkan respons yang baik dari netizen. Berbagai respons negatif membanjiri timeline pria kelahiran Surabaya itu