Recent Articles
Home » Posts filed under INTERNASIONAL POLITICS
Tampilkan postingan dengan label INTERNASIONAL POLITICS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INTERNASIONAL POLITICS. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 Maret 2015
Jumat, 20 Maret 2015
- 0 Comments
Kamis, 19 Maret 2015 - 06:43 WIB
Tak ada bedanya antara pimpinan zionis, karena mereka menjajah Palestina
“Dan kepada pemimpin penjajah zionis –israel siapa pun mereka, untuk mengevaluasi kembali akan posisi mereka setelah kekalahannya di Gaza,” ujar Hamas
Hidayatullah.com—Gerakan Perlawanan Islam/ Harakah Muqawamah Al-Islamiyyah (HAMAS) menegaskan pada hari Rabu malam (18/3/2015) bahwasanya ia tidak membeda-bedakan antara pihak-pihak zionis israel, karena mereka setuju pada penolakan terhadap hak-hak orang-orang Palestina dan terus melakukan agresi terhadapnya.
Dalam sebuah pernyataannya terbaru, dilansir oleh safa.ps, perlawanan Palestina itu kuat dan mampu untuk memaksakan persamaan.
“Dan kepada pemimpin penjajah zionis –israel siapa pun mereka, untuk mengevaluasi kembali akan posisi mereka setelah kekalahannya di Gaza.”
Seperti diketahui, hasil penghitungan cepat pada Pemilu Israel di berbagai stasiun televisi menunjukkan persaingan ketat antara Partai Likud yang mengusung Benjamin Netanyahu dan Serikat Zionis dengan Isaac Herzog sebagai pemimpinnya.
Hasil awal dan tidak resmi untuk Pemilu kali ini menunjukkan persaingan Partai Likud dan Partai Buruh.
Sementara itu bagi Hamas, kemenangan siapapun tak akan membuat perubahan apapun bagi warga Palestina karena watak semuanya adalah penjajah. Karena itu organisasi ini mengajak warga Palestina tak berharap apapun pada penjajah.
Anggota biro politik Hamas, Izzat Rashiq bahkan meminta segenap elemen Palestina untuk memperkokoh rekonsiliasi Palestina dan mendukung perlawanan, sebagai respon alami untuk menghadapi hasil Pemilu parlemen zionis.
“Bagi yang menunggu hasil Pemilu Knesset zionis, teroris Netanyahu telah meraih kemenangan, dan mereka yang menunggu kemerdekaan Palestina, hendaklah mengokohkan rekonsiliasi dan mendukung perlawanan,” ujarnya dikutip PIC.
Rashiq justru menyayangkan ada pihak Palestina yang menanti hasil Pemilu zionis. Padahal tak ada dampak berarti selain menambak aksi terorisme mereka terhadap bangsa Palestina.
“Tak ada bedanya antara pimpinan zionis, karena mereka menjajah Palestina dan terus berupaya membasmi kita,” ujarnya.
Rabu, 04 Maret 2015
Rabu, 04 Maret 2015
- 0 Comments
VIVA.CO.ID Tidak ada kesan mewah yang melekat di diri Jose Mujica, pemimpin yang dijuluki paling miskin sedunia. Pada upacara pelantikan Presiden baru Uruguay, Tabare Vazquez, Mujica tetap memilih untuk menyetir sendiri mobil kesayangannya, Volkswagen Beetle keluaran 1987 berwarna biru.
Dalam foto yang diabadikan oleh Reuters akhir pekan lalu, terlihat Mujica ingin masuk ke dalam mobil Beetlenya dengan pengamanan dari pengawal.
Mobil itu sudah dimilikinya sejak lama dan selalu menjadi teman setia untuk beraktivitas. Beberapa tahun setelah itu, Mujica menyebut asetnya telah bertambah.
Dia ikut memasukkan separuh aset milik istrinya seperti traktor dan peternakan yang mereka miliki.
Sudah menjadi rahasia umum, Mujica menolak sopir pribadi dan memilih untuk menyetir sendiri mobilnya yang dilansir hanya seharga Rp17 juta.
BBC edisi Senin kemarin melansir, Mujica kembali menjadi perbincangan ketika mobil itu lah satu-satunya aset yang diklaim dimiliki pria berusia 79 tahun itu dalam daftar asetnya. Walau sudah tergolong mobil jadul, tetapi seorang Syekh Arab pernah menawarinya uang senilai US$1 juta atau setara Rp12 miliar.
Ketika diklarifikasi media, Mujica tidak membantah berita itu. Bahkan kepada majalah mingguan, Busqueda, dia menyebut apabila tawaran itu diterima, hasil penjualannya akan disumbangkan untuk membantu masyarakat miskin di Uruguay. Salah satunya, melalui program pembangunan perumahan yang diperuntukkan bagi golongan tunawisma.
Selain Syekh Arab, mobil kesayangan Mujica itu juga pernah dilirik oleh Duta Besar Meksiko.
"Dulu, pernah ada Dubes Meksiko yang menawar mobil saya. Awalnya, saya sedikit terkejut, namun kemudian tidak saya tanggapi secara serius. Tapi kemudian, tawaran lain datang dengan nominal yang lebih besar. Saya berpikir, banyak proyek pembangunan yang bisa terwujud dengan nominal sebesar itu," kata Mujica kepada Busqueda.
Kendati dulu dia bergurau enggan menjual mobil itu, namun kini Mujica mengaku dengan senang hati melelangnya.
Mujica meletakan jabatan sebagai Presiden setelah kalah dalam pemilu melawan rivalnya, Tabare Vazquez. Selama menjabat sebagai orang nomor satu di Uruguay, Mujica dikenal menjalani hidup sederhana.
Alih-alih tinggal di Istana Kepresidenan, pasanga suami istri itu lebih memilih tinggal di rumah mereka di pinggiran Ibu Kota Montevideo. Dalam wawancara dengan kantor berita Reuters, terlihat seorang Ibu Negara melakukan sendiri pekerjaan rumah tangga tanpa dibantu asisten.
Salah satu kebijakan Mujica yang dianggap kontroversial yakni terkait legalisasi ganja. Uruguay menjadi negara pertama yang berani mengambil kebijakan itu.
Sementara, pengganti Mujica, Vazquez yang bekerja sebagai dokter, mengatakan akan tetap meneruskan kebijakan rekannya itu. Namun, dia akan terus memantau. Jika program itu dianggap menyimpang, maka dokter bedah itu tidak akan segan-segan menghentikannya.
Langganan:
Postingan (Atom)